Rusia Dikabarkan Kirim Pesawat Nirawak ke Iran, Teknologi Drone yang Kini Jadi Senjata Baru Iran
Rusia dikabarkan kirim pesawat Nirawak ke Iran, teknologi drone yang kini jadi senjata baru Iran
Kabar ini disampaikan langsung oleh pejabat Amerika Serikat dan Eropa kepada Associated Press.
Selama lebih dari sebulan terakhir, Iran melancarkan serangan drone ke Israel, negara Teluk, dan pangkalan Amerika Serikat.
Meskipun memiliki stok Shahed sendiri, Rusia diketahui telah menyempurnakan desain drone tersebut, terutama dalam navigasi dan kemampuan tempur.
Seorang pejabat intelijen Eropa menyebut diskusi tranfer drone berlangsung “sangat aktif”, namun belum jelas apakah pengiriman ini bersifat tunggal atau berkelanjutan.
Jumlah dan dampaknya pun belum pasti, bahkan dinilai tidak signifikan jika hanya dalam skala kecil.
Motif Moskow juga dipertanyakan, mengingat setiap drone yang dikirim berarti mengurangi persediaan untuk perang di Ukraina.
Pihak Gedung Putih menegaskan bahwa bantuan atau dukungan pihak luar terhadap Iran sama sekali tidak berdampak pada keberhasilan operasi militer AS, seraya mengklaim serangan Iran telah menurun hingga 90%.
Intelijen Eropa juga menduga pengiriman dilakukan melalui konvoi truk yang disebut sebagai bantuan kemanusiaan, meski belum dapat dipastikan.
Ada pula indikasi kerja sama lebih luas, termasuk pelatihan, intelijen, dan teknologi perang elektronik.
Namun hubungan kedua negara itu tidak sepenuhnya mulus. Iran disebut “sangat kecewa” karena minimnya dukungan Rusia saat konflik 2025 dengan Israel.
Sejak 2022, Rusia dan Iran telah memperdalam kerja sama drone, termasuk produksi di pabrik Alabuga.
Rusia kemudian mengembangkan varian baru, seperti drone umpan, mesin jet, sistem anti-jammer, hingga integrasi AI dan Starlink.
