Kesehatan

Kasus Virus Nipah di India Membuat Pengetatan Skrining Penumpang di Soekarno-Hatta

Kasus Virus Nipah di India membuat pengetatan skrining penumpang di Soekarno-Hatta

Penyebaran virus Nipah di India yang memiliki tingkat kematian lebih dari 40% membuat Bandara Soekarno-Hatta meningkatkan langkah antisipatif secara signifikan.

Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) menyiapkan skrining kesehatan berlapis bagi seluruh penumpang internasional, mulai dari pemeriksaan awal di bandara keberangkatan oleh maskapai hingga pemantauan kondisi penumpang setibanya di Bandara Soekarno-Hatta.

Di Bandara Soekarno-Hatta, pos pemeriksaan khusus telah dilengkapi dengan thermal scanner yang memantau suhu tubuh penumpang secara real-time.

Tak hanya itu, petugas kesehatan disiagakan untuk melakukan pemeriksaan langsung terhadap setiap penumpang yang menunjukkan tanda-tanda demam atau gejala lain yang mencurigakan.

Kementerian Kesehatan menegaskan sampai saat ini belum ditemukan kasus virus Nipah di Indonesia.

Namun, masyarakat tetap diimbau untuk tetap waspada dengan menjaga kebersihan, menghindari kontak dengan hewan yang berisiko.

Juga segera memeriksakan diri apabila muncul gejala seperti demam, sesak napas, atau nyeri tenggorokan.

Pemeriksaan juga menekankan pentingnya informasi yang akurat dan mengimbau masyarakat untuk tidak panik.

Apa itu Virus Nipah?

Virus Nipah adalah virus yang menyebabkan penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.

Virus ini pertama kali ada pada tahun 1999 di negara Malaysia dan Singapura, dan sejak itu telah menyebar ke beberapa negara lain, termasuk negara India.

Lanjut virus ini termasuk dalam kelompok Paramyxovirus, juga virus yang menyebabkan penyakit seperti penumonia, gondongan, dan campak.

Namun, virus Nipah memiliki karakteristik yang lebih berbahaya dan dapat menyebabkan gejala yang parah, bahkan kematian.

Virus Nipah menular melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, seperti kelelawar buah atau babi.

Manusia juga dapat tertular jika mengonsumsi daging hewan yang terinfeksi atau bersentuhan dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi.

Penularan virus Nipah juga dapat terjadi antarmanusia, terutama melalui kontak langsung dengan pasien yang terinfeksi, seperti melalui cairan tubuh atau droplet yang dikeluarkan saat berbicara, batuk, atau bersin.

Baca juga: Penyebab kematian istri Pesulap Merah bermula sariawan tanpaknya kanker mulut