KesehatanTeknologi

Mengenal Leonika Sari Njoto Boedioetomo yang Menyambungkan pada Pendonor Darah

Mengenal Leonika Sari Njoto Boedioetomo yang menyambungkan pada pendonor darah

Leonika Sari Njoto Boedioetom Ia adalah pendiri Reblood sebuah startup teknologi yang membantu menyambungkan para pendonor darah dengan mereka yang membutuhkan secara cepat dan efektif di Indonesia.

Ia lahir tanggal 18 Agustus 1993 di Surabaya. Waktu kecil, ia memiliki minat besar pada biologi dan mimpi untuk menyelamatkan nyawa orang lain.

Namun, alih-alih menempuh jalur medis, ia memilih Sistem Informasi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Pada tahun 2015, ia mendirikan Reblood pada tahun untuk mengatasi kekurangan setidaknya 1 juta kantong darah di Indonesia setiap tahunnya.

Ide Reblood lahir dari kenyataan yang sering ia temui: banyak pasien kekurangan darah dan sulit menemukan pendonor ketika dibutuhkan.

Berawal dari tugas kuliah sederhana, ia dan timnya mengembangkan aplikasi yang menghubungkan  pendonor dengan orang yang membutuhkan donor darah secara lebih mudah.

Di dalamnya terdapat informasi kegiatan donor, pengingat waktu donor, serta edukasi seputar persiapan donor sehingga mengurangi risiko penolakan dan meningkatkan keberhasilan donor.

Reblood bukan hanya aplikasi, ia adalah wujud kepedulian sosial di era teknologi. Atas praksanya tersebut, ia diakui sebagai salah satu Forbes 30 Under 30 Asia dan 45 Wanita berprestasi di Indonesia.

Penghargaan tersebut bukan hanya soal preatise, tetapi pengakuan bahwa karyanya benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Leo mengubah tantangan menjadi kontribusi yang menyelamatkan nyawa. Ia menunjukkan bahwa teknologi bisa membawa dampak kemanusiaan, bukan sekadar keuntungan semata.

Baca juga: Kenalin, Zhou Qunfei Seorang Pendiri dan Ketua Lens Technology Terbesar di Dunia