Kesehatan

Menteri Kesehatan Tegaskan, Untuk Perempuan, Jauhi Cowok Perokok, Ini Red Flag Besar

Menteri Kesehatan Tegaskan, Untuk Perempuan, Jauhi Cowok Perokok Ini Red Flag Besar

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan perempuan untuk berhati-hati dalam memilih pasangan, khususnya pria yang memiliki kebiasaan merokok.

Menurutnya, hubungan dengan perokok dapat menimbulkan risiko serius bagi kesehatan perempuan.

Budi menegaskan bahwa dampak rokok tidak hanya dirasakan oleh perokok aktif, tetapi juga oleh orang-orang di sekitarnya yang terpapar asap rokok.

“Untuk para perempuan, jauhi cowok perokok. Jangan pernah mau sama cowok perokok. Ini red flag besar,” kata Budi Gunadi Sadikin, Rabu 14 Januari 2026.

Tak hanya itu, ia juga menegaskan bahwa paparan asap rokok dapat membuat perempuan menjadi perokok pasif bahkan thirdhand smoker, karena zat berbahaya bisa menempel pada pakaian, rambut, udara, hingga ke kulit.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit yang lebih serius.

“Begitu jadi perokok pasif, risiko kanker payudara dan kanker serviks naik 40%. Dua kanker ini bisa cepat menggerogoti tubuh, membuat aktivitas harian kita jadi sulit, bahkan mendekatkan kita pada kematian,” kata dia.

Budi juga menambahkan, dampak paparan asap rokok dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, meski tidak merokok secara langsung, zat berbahaya tetap dapat masuk ke dalam tubuh dan memengaruhi kualitas hidup.

“Asap rokok itu bisa masuk ke tubuh tanpa disadari dan membuat kamu menjadi perokok pasif,” tegas Budi.

“Dia yang merokok, tapi tubuhmu yang harus nanggung,” tambahnya.

Tak hanya langkah penyegahan, pemerintah menyediakan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di seluruh puskesmas untuk mendeteksi dini risiko kanker, khususnya bagi perempuan yang memiliki faktor risiko akibat paparan asap rokok.

Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam nenanamkan kesadaran tentang bahaya rokok kepada anak perempuan sejak kecil agar lebih bijak dalam menentukan pasangan hidup.

Baca juga: Aurelie Moeremans curhat kisah hidupnya pernah jadi korban child grooming dari 15 tahun