Krisjiana Baharudin Buka Suara soal Kritik Netizen soal Vasektomi
Krisjiana Baharudin buka suara soal kritik netizen soal Vakestomi
Keputusan Krisjiana Baharudin menjalani vasektomi masih menjadi bahan perbincangan di media sosial.
Suami Siti Badriah tersebut diketahui menjalani prosedur itu pada 16 September 2026 setelah merasa jumlah anak dalam keluarganya sudah cukup.
Pilihan Krisjiana rupanya tidak sepenuhnya mendapat respons positif, sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan keputusan tersebut dan mengaitkannya dengan kemungkinan kehidupan rumah tangga Krisjiana di masa depan.
Salah satu netizen bahkan menyebut keputusan tersebut cukup disayangkan jika suatu saat Krisjiana dan Siti Badriah berpisah.
Pasalnya, ia menilai Krisjiana masih muda dan memiliki banyak kesempatan apabila kelak kembali membangun rumah tangga.
Komentar tersebut kemudian mendapat tanggapan langsung dari Krisjiana, ia menegaskan bahwa sejak awal dirinya menikah dengan Siti bukan dengan pikiran mengenai kemungkinan perceraian.
Menurutnya, keyakinan terhadap pernikahan dengan Siti pula yang menjadi salah satu pertimbangan ketika memutuskan menjalani vasektomi.
Krisjiana ingin Siti tetap menjadi pasangan hidup sekaligus ibu dari anak-anaknya.
Ia juga memberikan respons terhadap komentar lain yang menyarankan agar dirinya mencoba mendapatkan anak laki-laki sebelum menjalani prosedur tersebut.
Bagi Krisjiana, jenis kelamin bukan alasan untuk terus menambah jumlah anak.
Krisjiana kemudian melontarkan analogi tentang rahim yang menurutnya tidak seharusnya diperlakukan seperti “blind box’.
Ia mempertanyakan anggapan bahwa pasangan perlu terus mencoba memiliki anak sampai mendapatkan jenis kelamin yang diinginkan.
Baginya, kedua anak yang dimiliki bersama Siti sama-sama merupakan anugerah, anak pertama dianggap sebagai hadiah setelah penantian panjang, sedangkan anak kedua disebut sebagai bonus dari Tuhan.
Krisjiana juga memikirkan kondisi Siti dalam menentukan keputusan tersebut, ia merasa tidak tepat apabila istrinya harus kembali menjalani proses kehamilan hanya demi memenuhi keinginan memiliki anak laki-laki.