Evi Masamba Berduka, Rumah Ibu & Makam Adiknya Terbakar Api
Evi Masamba berduka, Rumah Ibu & Makam Adiknya terbakar api
Evi Masamba tengah menghadapi kecemasan akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Musibah tersebut mengancam keselamatan keluarganya, terutama sang ibu yang masih tinggal di kawasan terdampak. Tak hanya rumah yang hampir tersambar api, Evi juga harus menerima kenyataan pahit bahwa makam adik bungsunya ikut terbakar.
Kisah tersebut diungkapkan Evi ketika menjadi bintang tamu program Pagi Pagi Ambyar Trans TV pada Senin (19/10/2026).
Ia menjelaskan bahwa rumah ibunya berada tidak jauh dari hutan yang dilanda kebakaran. Kondisi itu membuat api mudah mendekati permukiman ketika angin membawa daun-daun yang terbakar hingga mengenai atap rumah.
Beruntung, bangunan yang ditempati sang ibu bersama dua anaknya tersebut tidak sampai habis dilalap api.
Meski demikian, ancaman belum sepenuhnya berakhir karena asap tebal dari kebakaran masih menyelimuti lingkungan sekitar.
Evi mengaku khawatir terhadap kesehatan ibunya yang sampai mengalami kesulitan bernapas akibat asap.
Ia pun berusaha memastikan keadaan keluarganya dengan melakukan pemantauan setiap hari.
Sebelumnya, Evi sempat mendapat pertanyaan dari publik mengenai keputusannya yang tidak membawa sang ibu mengungsi ke Jakarta.
Ia menjelaskan bahwa dirinya sudah menawarkan pilihan tersebut, tetapi ibunya memilih tetap tinggal di Palangkaraya.
Selain ingin menjaga rumah, sang ibu juga memikirkan nasib kucing-kucing peliharaannya jika harus meninggalkan tempat tinggal.
Evi bahkan menduga rumah tersebut bisa mengalami kerusakan lebih parah apabila ibunya tidak berada di lokasi saat kebakaran mendekat.
Di tengah kecemasan itu, kabar mengenai makam adik bungsunya menjadi pukulan emosional tersendiri bagi keluarga.
Evi mengungkapkan bahwa sang ibu sendiri yang menyampaikan berita duka tersebut kepadanya.
Peristiwa ini membuat Evi berharap situasi segera membaik dan keluarganya terhindar dari bahaya lebih lanjut.
Untuk sementara, ia terus memantau kondisi sang ibu sambil menantikan berakhirnya kebakaran yang membawa kesedihan bagi keluarganya.