Gaya Oklin Fia Pakai Hijab dan Bustier Top Tuai Kritik dan Hujatan
Gaya Oklin Fia pakai hijab dan bustier top tuai kritik dan hujatan
Oklin Fia kembali mendapatkan kritik di media sosial, kali ini, postingan terbarunya saat berada di pantai ramai digosipkan karena gaya busana yang dikenakannya.
Dalam video tersebut, Oklin tampak menunggangi kuda dengan mengenakan bustier bermotif floral.
Ia melengkapi penampilannya dengan manset ungu serta hijab yang membuat perpaduan busananya kembali menuai perhatian.
Video itu disertai pernyataan Oklin mengenai kehidupan pribadinya. “25 tahun, tak punya anak, tidak menjalani hubungan yang toxic,” tulisnya @oklinfia, Minggu 30 Agustus 2026.
Tak lama dari psotingan itu, telah ditonton lebih dari 988.000 kali. Ribuan pengguna media sosial turut meninggalkan respons, dengan lebih dari 4.300 komentar yang sebagian besar berisi kritik terhadap penampilannya.
Musisi Lembu Wiworo Jati bahkan ikut meninggalkan komentar. “Kudanya yang mana sih?” tulis Lembu dalam kolom komentar postingan tersebut.
Sejumlah netizen juga mengungkit kontroversi Oklin di masa lalu, salah satunya akun @inka.kristine yang mempertanyakan apakah tidak ada orang terdekat Oklin yang mengingatkannya mengenai konten tersebut.
Perbandingan dengan selebritas lain turut muncul di kolom komentar.
Akun @hallo.arunikaa menyebut Nikita Willy sebagai contoh perempuan berhijab yang tetap terlihat cantik dengan busana longgar.
Sementara itu, akun @ceciliamadea memilih melontarkan sindiran mengenai konsep busana Oklin. “Ini konsepnya apa sih kak? Sexy syariah?” ketiknya.
Ia mempertanyakan alasan Oklin kembali membuat konten yang dianggap serupa dengan kontroversi sebelumnya.
Bukan pertama kali Oklin Fia mendapat perhatian besar karena konten di media sosial.
Pada 2023, namanya ramai diberitakan setelah sebuah video dirinya menjilat es krim dianggap memiliki unsur sensualitas.
Masalahnya bahkan berkembang hingga laporan ke Polres Metro Jakarta.
Oklin kemudian menjalani pemeriksaan dan turut berhadapan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Dalam perkembangan kasus tersebut, ia menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
Oklin mengakui bahwa konten yang dibuatnya telah menimbulkan persoalan karena dinilai tidak sejalan dengan etika moral dan agama.