Habib Aboe Bakar Al Habsyi Nangis Histeris Minta Maaf ke Ulama Madura Setelah Masalah Narkoba
Habib Aboe Bakar Al Habsyi nangis histeris minta maaf ke ulama Madura setelah masalah narkoba
Habib Aboe Bakar Al Habsyi nangis histeris minta maaf ke ulama Madura setelah masalah narkoba
Anggota Komisi III DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, menyampaikan permohonan maaf kepada para ulama dan masyarakat Madura terkait pernyataannya soal narkoba dalam rapat bersama Badan Narkotika Nasional (BNN).
Permintaan maaf itu disampaikan setelah dirinya memenuhi panggilan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) di Kompleks DPR RI, Senayan.
Aboe Bakar secara khsusu menyebut wilayah Bangkalan, Sampang, Sumenep, dan Pemekasan.
Ia juga mengaku bertanggung jawab atas pernyataan yang sebelumnya menuai reaksi di berbagai pihak.
“Saya harus mengatakan saya minta maaf kepada warga Madura, ulama, dan tokoh masyarakat semua,” kata Aboe, Selasa 14 April 2026.
Politikus PKS tersebut juga terlihat menitikkan air mata saat menyampaikan permohonan maaf.
Ia mengakui bahwa menyampaikannya dalam rapat sebelumnya terlalu luas dan menimbulkan kesalahpahaman.
“Saya minta maaf yang dalam karena bahasa saya terlalu global dan salah. Sekali lagi saya minta maaf,” katanya.
Aboe Bakar menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memiliki niat untuk menyudutkan ulama maupun pesantren di Madura.
Ia menyebut pernyataannya semata-mata dilatarbelakangi keprihatinan terhadap peredaran narkoba.
“Saya tegaskan tidak ada niat sedikit pun untuk menghina atau menyudutkan ulama dan pesantren. Mereka adalah guru-guru yang saya cintai dan hormati,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks mendorong upaya pencegahan agar peredaran narkoba tidak masuk ke lingkungan pesantren dan masyarakat.
“Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi saya untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan pandangan di ruang publik,” tambahnya.
