Gosip

Haykal Kamil Pilih di Rumah Usai Erupsi Gunung Anak Krakatau

Haykal Kamil pilih di rumah usai erupsi Gunung Anak Krakatau

Haykal Kamil memilih lebih banyak berada di rumah setelah erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada kondisi udara di sejumlah wilayah.

Situasi tersebut membuatnya mengambil beberapa keputusan untuk mengurangi risiko terhadap kesehatan keluarganya.

Perubahan pertama terlihat dari kebiasaannya menggunakan masker, ia mengaku tetap mengenakan masker ketika harus keluar rumah karena belum mengetahui seberapa besar pengaruh abu vulkanik terhadap kualitas udara.

Masker yang digunakan saat ini masih jenis biasa. Namun, Haykal telah memesan masker N95 sebagai perlindungan tambahan dan berencana menggunakannya ketika persediaan tersebut sudah diterima.

Selain perlengkapan pelindung, ia juga mulai memperhatikan kebutuhan rumah tangga.

Beberapa bahan makanan dan keperluan sehari-hari sengaja dibeli lebih banyak agar tersedia persediaan jika kondisi di luar rumah semakin tidak memungkinkan.

Langkah tersebut membuat Haykal tidak perlu terlalu sering melakukan aktivitas di luar ruangan.

Ia ingin mengurangi potensi paparan sekaligus memastikan kebutuhan keluarga tetap tersedia selama situasi belum kembali normal.

Rencana perjalanan kerja juga akhirnya ikut berubah, ia seharusnya bertolak menuju Palembang pada Minggu, 6 September 2026 untuk menjalankan agenda yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

Akomodasi untuk perjalanan tersebut bahkan sudah dipesan, namun, setelah mempertimbangkan situasi terkini.

Ia memutuskan membatalkan keberangkatan dan memilih tetap berada di rumah.

Bagi Haykal, menjalankan pekerjaan dalam kondisi yang belum kondusif memiliki risiko tersendiri.

Haykal menilai keselamatan lebih penting dibandingkan memaksakan agenda yang sebenarnya masih dapat dijadwalkan kembali.

Ia pun berharap kondisi udara segera membaik seiring berkurangnya abu vulkanik.

Haykal juga berharap hujan turun sehingga material abu yang masih beterbangan dapat lebih cepat mengendap.

Baca juga: Bandara Soetta ditutup, akibat abu vulkanik anak Krakatau