Kasus Dugaan TPKS Betrand, Aditya Gumay Yakin Tak Bersalah
Kasus dugaan TPKS Betrand, Aditya Gumay yakin tak bersalah
Masalah dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang melibatkan Betrand Peto masih menjadi perhatian.
Kasus tersebut berawal dari laporan yang dibuat oleh perempuan berinisial ANW dan DYP terkait dugaan kekerasan seksual serta penganiayaan.
Laporan itu berkaitan dengan kejadian yang disebut berlangsung di sebuah ruang privat dalam kelab malam kawasan SCBD,
Jakarta Selatan. Peristiwa tersebut terjadi pada 12 September 2026 dan kini sedang diproses oleh Polda Metro Jaya.
Di tengah proses hukum tersebut, Aditya Gumay ikut menyampaikan pandangannya mengenai kasus yang menyeret Betrand.
Aditya mengenal Betrand sebagai anak dari sahabatnya, Ruben Onsu, sehingga perkembangan perkara tersebut turut mendapat perhatiannya.
Aditya meyakini proses hukum yang berjalan nantinya akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai perkara tersebut.
Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa Betrand tidak melakukan tindakan seperti yang dituduhkan dalam laporan.
Salah satu hal yang menjadi sorotan Aditya adalah mengenai bukti dalam perkara tersebut, ia berpandangan bahwa sejauh ini belum terdapat bukti yang cukup untuk menjadikan Betrand sebagai tersangka.
Aditya juga menjelaskan aktivitas Betrand yang menurutnya cukup padat, selain menjalani pendidikan di bangku kuliah, Betrand masih aktif bekerja sebagai penyanyi dan menjalani kegiatan syuting.
Menurut Aditya, kondisi tersebut menjadi alasan dirinya menilai keberadaan Betrand di kelab malam tidak bisa langsung diartikan sebagai aktivitas untuk berpesta.
Ia menyebut tempat tersebut bisa saja menjadi lokasi bagi Betrand untuk beristirahat setelah menyelesaikan pekerjaan.
“Kesibukannya cukup tinggi karena kuliah, syuting, sekaligus bernyanyi. Jadi saya melihat dia bukan anak muda yang setiap hari hanya menghabiskan waktu dengan nongkrong,” kata Aditya.
Aditya turut menanggapi dugaan konsumsi minuman beralkohol, ia menyebut terdapat keterangan dari sejumlah pekerja kelab malam yang menurutnya justru memberikan gambaran berbeda mengenai posisi Betrand dalam perkara tersebut.