Celeb

Kirana Larasati Putus Kerja Sama Nellava Bullion usai Kasus Viral

Kirana Larasati putus kerja sama Nellava Bullion usai kasus viral

Kirana Larasati memutuskan untuk mengakhiri kerja samanya dengan Nellava Bullion setelah namanya ikut terseret dalam dugaan kasus investasi bodong logam mulia dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dikaitkan dengan perusahaan tersebut.

“Setelah mengetahui berbagai persoalan dan keluhan yang berkembang, saya menghentikan seluruh aktivitas promosi Nellava per tanggal 18 September 2026. Kuasa hukum saya telah mengirimkan surat terkait penghentian kerja sama dengan perusahaan tersebut,” ungkap Kirana.

Tak hanya menghentikan promosi, Kirana juga menyatakan kesiapannya untuk bersikap kooperatif apabila dimintai keterangan oleh kepolisian sebagai saksi.

Aktris berusia 39 tahun itu mengaku prihatin terhadap keresahan yang dialami para korban dugaan kasus tersebut.

“Saya ingin menegaskan bahwa saya akan bersikap kooperatif dalam memberikan informasi yang saya miliki apabila diperlukan oleh pihak berwenang,” katanya.

Dalam pernyataan selanjutnya, Kirana memilih tidak memberikan spekulasi lebih jauh mengenai dugaan penipuan investasi dan TPPU tersebut.

Ia menyerahkan persoalan itu kepada aparat penegak hukum dan menghormati proses yang tengah berjalan di Bareskrim Mabes Polri.

Sementara itu, seorang korban bernama Bernard melaporkan dugaan investasi bodong yang melibatkan PT Divine Gold Jewelry ke Bareskrim Mabes Polri pada 9 Oktober 2026.

Ia mengaku mengalami kerugian hingga Rp1 miliar akibat transaksi emas dan perak dengan sistem pre-order (PO).

Bernard menjelaskan bahwa pada awalnya ia merasa khawatir karena harus membayar barang yang belum tersedia.

Karena itu, ia mencoba membeli dalam jumlah kecil terlebih dahulu. Setelah barang diterima sekitar satu bulan kemudian, ia memeriksa keasliannya di toko emas dan perak, dan hasil pemeriksaan tersebut membuatnya semakin percaya untuk melakukan pembelian berikutnya.

Baca juga: Jennifer Coppen klarifikasi terkait dugaan investasi emas bodong

Keyakinan Bernard semakin bertambah ketika perusahaan membuka gerai fisik di kawasan Mampang, Jakarta Selatan.

Namun, masalah mulai muncul saat pengiriman pesanan berulang kali mengalami keterlambatan dengan alasan operasional libur Lebaran.

Situasi semakin menarik perhatian ketika perusahaan menawarkan promo besar-besaran pada Juli hingga Agustus.

Tergiur potongan harga yang ditawarkan, Bernard kembali memesan emas dan perak dalam jumlah besar.

“Diskonnya luar biasa banget, sampai satu kali lipat lebih. Yang sudah terealisasi dan saya terima itu untuk perak sekitar 6 kilogram.

Namun, total nominal yang belum terealisasi saya hitung sekitar Rp1 miliar,” ungkap Bernard.

Bernard diduga menjadi salah satu dari 85 korban dalam kasus yang dikaitkan dengan PT Divine Gold Jewelry.

Sampai laporan polisi diajukan, total kerugian yang dilaporkan para korban diperkirakan mencapai Rp25 miliar dan masih berpotensi bertambah.

Kuasa hukum korban, Bionda Johan Anggara, menyebut promosi yang dilakukan sejumlah figur publik dan influencer turut memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan tersebut.

Menurutnya, promosi dari para selebritas membuat sejumlah korban lebih yakin untuk mengeluarkan dana dalam jumlah besar.

Bionda menyebut beberapa nama yang diduga pernah mempromosikan perusahaan tersebut, yaitu Jennifer Coppen dengan inisial JC, Kirana Larasati dengan inisial KL, serta Nope Novian dengan inisial NN.