Teknologi

Mulai 1 Juli 2026, Beli Nomor HP Baru Wajib Scan Wajah

Mulai 1 Juli 2026, beli nomor HP baru wajib scan wajah

Pemerintah resmi mewajibkan registrasi biometrik berbasis pengenalan wajah (face recognition) untuk setiap pembelian dan aktivasi nomor seluler baru mulai 1 Juni 2026.

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem verifikasi identitas pelanggan layanan telekomunikasi.

Dengan adanya verifikasi biometrik, pemerintah berharap dapat menekan nomor telepon yang selama ini sering digunakan untuk berbagai tindak kejahatan digital.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Edwin Hidayat Abdullah, mengatakan seluruh operator seluler telah menyelesaikan penyesuaian sistem guna mendukung penerapan registrasi biometrik secara nasional.

“Seluruh operator seluler kini telah menyelesaikan penyesuaian sistem untuk penerapan registrasi biometrik secara nasional mulai 1 Juli 2026 melalui gerai layanan, aplikasi, maupun situs resmi masing-masing operator,” kata Edwin, Jumat 29 Mei 2026.

Ia juga menambahkan, selama ini banyak pelaku kejahatan digital memanfaatkan lemahnya validasi identitas saat registrasi kartu SIM.

Akibatnya, nomor seluler anonim sering dipakai untuk aksi penipuan yang sulit dilacak.

“Selama ini pelaku kejahatan digital memanfaatkan kelemahan validasi identitas untuk menggunakan nomor seluler secara anonim. Dengan registrasi biometrik, penggunaan identitas palsu akan semakin sulit sehingga membantu menciptakan ekosistem digital yang lebih aman bagi masyarakat,” tegasnya.

Dalam sistem baru tersebut, wajah pelanggan akan dicocokkan langsung dengan data pendudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Menurutnya, registrasi biometrik diharapkan dapat memperkuat keamanan ruang digital dan mempersulit penggunaan identitas palsu saat registrasi kartu SIM.

“Dengan registrasi biometrik, penggunaan identitas palsu akan semakin sulit sehingga membantu menciptakan ekosistem digital yang lebih aman bagi masyarakat,” ungkapnya.

Baca juga: Live Sarwendah ramai dibahas, ajakan boikot makin bermunculan