Lifestyle

Sering Minum Minuman Alkohol, Dapat Percepat Penuaan Otak

Sering minum minuman alkohol, dapat percepat penuaan otak

Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol secara rutin, terutama dalam jumlah berlebihan, dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan otak.

Alkohol tidak hanya memengaruhi fungsi sel saraf, tetapi juga dapat mengganggu kualitas tidur serta kesehatan pembuluh darah yang berperan dalam menjaga kerja otak.

Dokter spesialis neurologi Lynette Gogol menjelaskan bahwa konsumsi alkohol sering dianggap sebagai hal yang wajar karena telah menjadi bagian dari kebiasaan sosial masyarakat.

Namun, penggunaan alkohol sebagai cara untuk menghilangkan stres atau membantu relaksasi secara terus-menerus dapat menghambat proses penuaan otak yang sehat.

Menurut Gogol, alkohol dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan seperti tekanan darah tinggi, stroke, fibrilasi atrium, stres oksidatif, dan peradangan.

Kondisi tersebut dapat membuat otak lebih mudah mengalami penurunan fungsi.

Ahli saraf Zack Ramilevich menyebut alkohol sebagai zat neurotoksik yang dapat merusak sistem saraf.

Konsumsi dalam jangka panjang berpotensi memengaruhi sel otak, jaringan materi putih, hingga volume otak.

Penelitian pencitraan otak juga menemukan bahwa konsumsi alkohol dalam jumlah tinggi berkaitan dengan berkurangnya materi abu-abu dan materi putih yang berfungsi dalam proses berpikir, mengingat, mengatur emosi, serta mengambil keputusan.

Tak hanya itu, alkohol dapat menurunkan kualitas tidur meski awalnya membuat seseorang lebih cepat mengantuk.

Gangguan tidur akibat alkohol dapat memengaruhi daya ingat dan kemampuan kognitif.

Ramilevich juga mengingatkan bahwa alkohol dapat mengganggu penyerapan vitamin penting seperti B1, folat, dan B12 yang dibutuhkan otak.

Karena itu, menghindari konsumsi alkohol menjadi pilihan terbaik, terutama bagi orang dengan faktor risiko gangguan tidur, penyakit hati, depresi, atau riwayat demensia.

Baca juga: Cinta Laura kritik soal pasien BPJS yang mengaku ditelantarkan