Gosip

Skenario Film Sang Jenderal Telusuri Sisi Lain Kasus Ferdy Sambo

Skenario film Sang Jenderal telusuri sisi lain kasus Ferdy Sambo

Kasus Ferdy Sambo dan kematian Brigadir J kembali dibicarakan lewat sebuah film dokumenter yang mencoba menelusuri perjalanan perkara tersebut dari awal hingga proses hukumnya.

Berjudul Skenario Sang Jenderal, film ini membawa kembali berbagai potongan peristiwa yang pernah memenuhi pemberitaan di Indonesia.

Rob Sixsmith dipercaya sebagai sutradara dokumenter tersebut, namanya sebelumnya dikenal melalui Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso, film dokumenter yang mengangkat perkara Jessica Wongso dan kasus kopi sianida.

Skenario Sang Jenderal tidak hanya mengandalkan arsip berita sebagai bahan cerita, film ini turut mempertemukan sejumlah narasumber yang memiliki keterkaitan dengan perkembangan kasus, sehingga rangkaian peristiwa disajikan melalui sudut pandang yang lebih beragam.

Salah satu sosok yang hadir adalah Rosti Simanjuntak, ibu Brigadir J. Rekaman emosional Rosti ketika berada di depan peti jenazah putranya menjadi bagian dari dokumenter tersebut dan memperlihatkan suasana duka yang menyertai kasus itu.

Baca juga: Demian Aditya absen, sidang cerai Sara kembali digelar Oktober

Dokumenter ini juga menghadirkan pensiunan Kabareskrim Polri Komjen Pol (Purn) Ito Sumardi.

Tak hanya itu, Komisioner Kompolnas Poengky Indarti memberikan pandangan mengenai proses penanganan perkara, termasuk isu yang sempat muncul terkait dugaan pelecehan terhadap Putri Candrawathi.

Sisi lain Ferdy Sambo juga ditampilkan melalui rekaman wawancara yang dilakukan ketika dirinya masih aktif sebagai perwira tinggi Polri.

Materi tersebut menjadi bagian dari upaya film dalam memperlihatkan sosok Sambo sebelum terseret perkara pembunuhan berencana.

Kejadian di rumah dinas Duren Tiga pada 8 Juli 2022 menjadi salah satu titik penting dalam cerita.

Narasi mengenai dugaan baku tembak antara Bharada E dan Brigadir J kemudian berkembang setelah penyelidikan mengungkap berbagai fakta baru mengenai perkara tersebut.

Proses hukum terhadap para terdakwa turut menjadi bagian dari dokumenter.

Ferdy Sambo akhirnya memperoleh hukuman penjara seumur hidup setelah Mahkamah Agung mengubah vonis sebelumnya.

Putri Candrawathi dijatuhi hukuman 10 tahun penjara, sedangkan Kuat Ma’ruf dan Bripka Ricky Rizal masing-masing mendapat hukuman 10 tahun dan 8 tahun.

Sementara itu, Richard Eliezer menjalani hukuman 1,5 tahun dan memperoleh cuti bersyarat sejak Agustus 2023.