Celeb

Jennifer dan Justin Terharu Dengar Kamari Sebut Anak Papa Dali

Jennifer dan Justin terharu dengan Kamari sebut Anak Papa Dali

Momen haru yang terjadi saat Jennifer Coppen, Justin Hubner, dan Kamari melakukan siaran langsung bersama mendadak ramai.

Di tengah suasana santai saat mereka makan bersama, Kamari tampak memeluk Jennifer sambil menyebutnya sebagai “Mama”.

Tak lama kemudian, Jennifer Coppen melempar pertanyaan ringan kepada Kamari, menanyakan siapa sosok papa Kamari.

Tanpa ragu, Kamari langsung menjawab, “Papa Dali.” Jawaban polos itu membuat suasana menjadi hangat dan menyentuh.

Bagi banyak orang yang menyaksikan siaran langsung itu, ucapan Kamari dinilai menunjukkan bahwa sosok mendiang Dali Wassink masih begitu melekat dalam ingatan sang anaknya.

Jennifer Coppen juga beberapa kali menunjukkan bagaimana dirinya menjaga kenangan tentang Dali untuk Kamari.

Ia ingin putrinya tetap mengenal sosok sang ayah melalui cerita dan berbagai momen yang pernah mereka lalui bersama.

Momen sederhana saat live tersebut akhirnya menjadi sesuatu yang berkesan.

Dari sebuah pertanyaan ringan, muncul jawaban polos seorang anak yang mampu menghadirkan rasa haru bagi banyak orang.

Potongan video tersebut pun langsung viral di berbagai platform media sosial.

Kolom komentar dipenuhi oleh beragam respons, mulai dari netizen yang mengaku ikut terharu hingga mereka yang memuji cara Jennifer membesarkan Kamari dengan tetap mengenalkan sosok ayahnya.

“Kamari tau kalau papanya dali, berarti jen (Jennifer) tetap sering ingetin mayi (Kamari) dong tentang papa dali,” tulis @Ohvivi.

Tak hanya itu, banyak juga yang menilai momen tersebut menjadi pengingat bahwa kasih sayang dan kenangan seorang ayah dapat tetap hidup di hati seorang anak, meskipun kehadirannya telah tiada.

“Dia tau dan dia ingat papanya,” tulis netizen.

“Cinta pertama mayi papa daliiiii,’ tulis @virgogirll.

“Salut sama kamari dia masi ingat dgn ayah kandung nya. smg km jd anak sukses kamari amin,’ @wismakrida.

Baca juga: Ucapan Sarwendah saat live jadi kenangan pahit bagi Ruben Onsu