Stres dan Pola Makan Tinggi Protein Ternyata Bisa bikin Bau Mulut
Stres dan pola makan tinggi protein ternyata bisa bikin bau mulut
Stres dapat membuat produksi air liur berkurang sehingga kondisi mulut menjadi lebih kering.
Sementara itu, sisa makanan berprotein dapat menjadi sumber makanan bagi bakteri di dalam rongga mulut.
Aktivitas bakteri tersebut menghasilkan Volatile Sulphur Compounds (VSCs), termasuk Hidrogen Sulfida (H2S) dan Metil Merkaptan (CH3SH), yang dapat menimbulkan aroma tidak sedap pada napas.
Persoalan halitosis bukan sekedar mengganggu kenyamanan pribadi. Bau mulut juga dapat membuat seseorang merasa kurang percaya diri ketika harus berkomunikasi atau menghadiri kegiatan sosial.
Berdasarkan data Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, halitosis tercatat dialami sekitar 28,6 persen masyarakat.
Perhatian terhadap kesehatan rongga mulut pun semakin meningkat, laporan Mordor Intelligence mencatat pasar global produk penanganan halitosis bern
Masalah lain yang juga menjadi perhatian adalah gigi sensitif, Studi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia dan IQVIA pada tahun 2024 menunjukkan 62 persen responden mengalami frekuensi gigi sensitif yang tinggi.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap produk perawatan mulut semakin macam-macam.
Salah satu tren yang berkembang adalah skinification , yaitu penerapan konsep bahan aktif seperti skincare ke dalam produk perawatan mulut.