Komnas PA ungkap soal Hak Ruben Onsu Bertemu Anak usai Pisah
Komnas PA ungkap soal hak Ruben Onsu bertemu anak usai pisah
Masalah hak asuh anak yang melibatkan Ruben Onsu dan Sarwendah Tan kembali mendapat perhatian dari Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak.
Lembaga tersebut menilai tidak ada indikasi bahwa Sarwendah sengaja membatasi Ruben untuk bertemu dengan anak-anaknya.
Ketua Komnas Perlindungan Anak Agustinus Sirait mengatakan pihaknya tidak menemukan kesulitan yang dialami Ruben ketika ingin menemui anak yang berada dalam pengasuhan Sarwendah.
Pernyataan itu disampaikan di Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada 30 September 2026.
Menurut Agustinus, Komnas PA sebelumnya sudah menerima Sarwendah ketika mantan personel Cherrybelle tersebut datang untuk menyampaikan aduan.
Dalam pertemuan itu, Komnas PA turut memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga hubungan anak dengan kedua orangtuanya.
Sarwendah disebut telah menyetujui bahwa tidak boleh ada pihak yang menghalangi akses anak untuk bertemu dengan ayah maupun ibunya.
Komnas PA menilai prinsip tersebut perlu dijaga meskipun hubungan rumah tangga kedua orangtua sudah berakhir.
Agustinus kemudian mengingatkan mengenai hak anak yang tercantum dalam Pasal 14 Undang-Undang Perlindungan Anak.
Ketentuan tersebut mengatur bahwa anak tetap mempunyai hak untuk berinteraksi secara langsung dan memperoleh pengasuhan dari kedua orangtua.
Perceraian, menurut penjelasan tersebut, tidak serta-merta menghilangkan hak anak untuk menjalin hubungan dengan ayah dan ibunya.
Hak tersebut melekat pada anak dan bukan menjadi hak yang hanya dapat ditentukan oleh salah satu orangtua.
Komnas PA juga berencana meminta keterangan dari Ruben Onsu, langkah tersebut dilakukan agar lembaga dapat memperoleh pandangan dari kedua belah pihak sekaligus menjaga sikap netral dalam menangani persoalan keluarga tersebut.
Di tengah polemik yang terjadi, Agustinus meminta Ruben dan Sarwendah tidak membiarkan persoalan pribadi mengesampingkan kebutuhan anak.
Keduanya diminta menurunkan ego dan mengutamakan kepentingan anak dalam setiap keputusan yang diambil.
“Kalau memang sayang sama anak, kami minta untuk menurunkan ego. Utamakan kepentingan dan kebaikan anak-anak kalian,” kata Agustinus.