Betrand Adukan Sarwendah ke Polisi Dugaan Akses Ilegal Data
Betrand adukan Sarwendah ke Polisi dugaan akses ilegal data
Ruben Onsu membawa isu dugaan pembobolan akun pribadi Betrand Peto ke ranah hukum. Pada 11 Oktober 2026, laporan mengenai dugaan akses ilegal terhadap akun dan email milik penyanyi tersebut resmi diajukan ke Polda Metro Jaya.
Laporan itu tercatat dengan nomor STTLPB/7627 setelah dokumentasi pribadi Betrand langsung viral di media sosial.
Minola Sebayang, kuasa hukum Ruben, mengungkapkan bahwa Betrand telah menyerahkan kewenangan kepada sang ayah untuk menangani persoalan tersebut.
Langkah hukum ini ditempuh guna menelusuri dugaan pembobolan akun sekaligus mencari pihak yang bertanggung jawab atas tersebarnya file pribadi milik Betrand.
Dalam keterangannya di Kuningan, Jakarta Selatan, pada 12 Oktober 2026, Minola menyebut pemilik sebuah alamat email dan dua nomor telepon sebagai pihak yang dilaporkan.
Berdasarkan penelusuran awal Betrand, kontak tersebut diduga berkaitan dengan Sarwendah.
Baca juga: Dituding bobol email Ruben, Sarwendah akhirnya buka suara
Walaupun begitu, dugaan itu masih harus dibuktikan melalui penyelidikan dan tidak serta-merta menunjukkan kesalahan pihak yang disebut.
Kasus ini menjadi perhatian setelah foto dan video Betrand bersama teman-temannya diunggah sejumlah akun media sosial.
Konten tersebut membuat banyak komentar karena memperlihatkan mereka seolah tengah berpesta minuman keras.
Beberapa akun yang disebut dalam laporan antara lain xvg.id, Ahmad Dojali, OKT Vibes, Nyata Media, Gen 5, Endra, dan Dream Mora 13.
Minola menjelaskan bahwa Betrand mulai memeriksa aktivitas akunnya setelah rekaman tersebut ramai dibicarakan.
Dari pemeriksaan itu, ia menemukan akun miliknya masih terhubung dengan email dan nomor telepon yang dicurigai.
Sebelumnya, Betrand telah memberikan penjelasan di Polda Metro Jaya pada 8 Oktober 2026.
Ia menyatakan bahwa rekaman yang beredar merupakan video lama yang diduga telah diedit dan digabungkan menjadi satu sebelum disebarkan.
Menurut Betrand, video aslinya hanya merekam momen berkumpul bersama teman-teman dari Indonesia Timur setelah bermain sepak bola.
Mereka mengambil foto dan makan papeda bersama tanpa bermaksud membuat konten seperti yang ramai beredar.
Betrand juga menegaskan bahwa file tersebut merupakan dokumentasi pribadi yang tidak pernah dibagikan melalui media sosial maupun grup WhatsApp.