KesehatanLifestyle

Serangan Jantung Tak Lagi Identik Lansia, Anak Muda Waspada

Serangan jantung tak lagi identik lansia, anak muda waspada

Perkembangan pola hidup zaman sekarang menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko penyakit jantung.

Aktivitas yang padat sering membuat waktu istirahat berkurang, banyak orang yang terbiasa tidur larut malam.

Mengonsumsi makanan instan, dan jarang melakukan aktivitas fisik secara teratur.

Kurang tidur ternyata tidak hanya menyebabkan tubuh mudah lelah. Banyak penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan begadang dapat mempengaruhi tekanan darah, kadar gula darah, hingga kesehatan pembuluh darah.

Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular.

Menurut dr. Aron, kurang tidur mengganggu keseimbangan hormon stres, tekanan darah, gula darah, dan metabolisme lemak, sehingga beban pada jantung dan pembuluh darah semakin besar.

Di sisi lain, stres yang tidak terkelola dengan baik juga menjadi ancaman tersendiri.

“Zat di dalam rokok dapat merusak dinding pembuluh darah, meningkatkan pembekuan darah, dan mempercepat terbentuknya plak. Pada orang muda yang tampak sehat sekalipun, merokok membuat pembuluh darah lebih rentan mengalami gangguan,” ungkap dr. Aron.

Masalah keuangan, maupun tekanan sosial dapat menyebabkan respon tubuh yang berdampak pada kesehatan jantung.

Saat stres berdetak, detak jantung dan tekanan darah cenderung meningkat lebih sering dibandingkan kondisi normal.

Baca juga: Minuman alami penurun kolestrol yang cocok di musim kurban

Selanjutnya, faktor lain yang masih menjadi penyumbang terbesar adalah kebiasaan merokok.

Nikotin dan berbagai zat kimia berbahaya dalam rokok dapat mempercepat kerusakan pembuluh darah.

Efeknya mungkin tidak langsung terasa, tetapi dapat menumpuk selama bertahun-tahun dan memicu berbagai penyakit serius.

Yang perlu diperhatikan juga, gejala serangan jantung pada usia muda terkadang berbeda dengan gambaran umum yang diketahui.

Selain nyeri dada, beberapa orang hanya merasakan sesak napas, keringat dingin, mual, atau rasa tidak nyaman di bahu dan lengan.

Gejala ringan ini sering diabaikan karena dianggap hanya kelelahan biasa.

Menjaga kesehatan jantung tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit.

Mulailah dengan tidur yang cukup setiap malam, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, berolahraga secara rutin, serta menghindari rokok.