Teknologi

Teknologi Militer Jerman Gunakan Serangga jadi Mata-mata yang Didukung oleh AI

Teknologi militer Jerman gunakan serangga jadi mata-mata yang didukung oleh AI

SWARM Biotactics memperkenalkan prototipe yang menggabungkan serangga hidup dengan antarmuka saraf. sensor miniatur, dan sistem kendali yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI).

Serangga bioelektronik atau cyborg adalah insekta hidup yang ditingkatkan dengan komponen elektronik dengan mesin buatan.

Ini bertujuan untuk mengubahs erangga menjadi platform intelijen mobile beroperasi di lingkungan yang sulit untuk dijangkau drone konvensional.

Pengembangan berlanjut dari konsep hingga uji lapangan awal dalam waktu sekitar setahun.

Teknologi ini menuju sistem perang yang memprioritaskan kerahasiaan, penyangkalan, dan akses.

Insinyur menempelkan modul ultra-ringan yang mencakup sensor, unit daya, dan chip komunikasi, dan terhubung langsung dengan sistem saraf serangga.

Serangga itu sendiri menyediakan gerakan, keseimbangan, dan adaptabilitas yang masih sulit untuk ditiru oleh robotika pada skala sekecil itu.

Berbeda dengan drone mikro, sistem ini mengandalkan biologi untuk gerakan, yang mengurangi kebutuhan energi dan kompleksitas mekanis.

Di inti sistem terdapat antarmuka saraf yang dirancang untuk menginterprestasikan sinyal dari sistem saraf serangga.

Hal ini kemungkinan pengaruh terbatas gerakan, seperti mengarahkan atau memulai penerbangan.

Sensor mengumpulkan data lingkungan dasar, sementara pemancar nirkabel meneruskan informasi ke operator.

Perangkat lunak AI berperan mengalisis data masuk, mengoordinasikan antarserangga, dan membantu navigasi atau alokasi tugas.

Serangga ini bukan pengambilan keputusan mandiri, otonomi tetap terbatas dan kendali operasional dipegang oleh manusia.

Perencana pertahanan tertarik pada serangga cyborg karena menawarkan kemampuan yang sulit untuk ditandingi oleh drone tradisional.

Baca juga: Yoshua Marcellos sebut rugi puluhan miliar gegara video event tinju di sabotase