Heboh! Ibu Pejabat Dikipasi Ketika Makan di Perayaan Maulid Nabi
Heboh! Ibu Pejabat Dikipasi Ketika Makan di Perayaan Maulid Nabi
Video yang memperlihatkan tradisi Makan Batalam Bekipas Pangeran saat perayaan Maulid Nabi di Kecamatan Banua Lawas, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, menjadi viral di media sosial.
Video tersebut menampilkan tamu-tamu kehormatan menikmati hidangan bersama dalam satu talam, sementara beberapa orang berdiri di samping mereka sambil mengipasi menggunakan kipas tangan.
Pemandangan itu langsung memancing beragam respons dari netizen.
Sebagian menganggap tradisi tersebut menunjukkan adanya perlakuan istimewa terhadap tamu tertentu.
Bahkan, ada yang menyebutnya sebagai simbol budaya feodal dan mempertanyakan relevansinya di era modern ketika kipas listrik sudah tersedia.
Tak sedikit pula komentar yang menyindir para petugas pengipas dan mengaitkan video tersebut dengan isu pejabat, meski identitas orang-orang dalam video tidak dipastikan dalam postingan yang beredar.
Berbagai asumsi pun berkembang hingga membuat perdebatan semakin meluas di media sosial.
Namun, banyak netizen lainnya justru memberikan pembelakaan.
Mereka menilai aktivitas mengipasi tamu bukan bentuk merendahkan seseorang, melainkan bagian dari tata krama masyarakat Banjar dalam menyambut tamu kehormatan pada acara adat maupun keagamaan.
Di tengah gosip tersebut, akun resmi publikasi Pemerintah Kabupaten Tabalong memberikan penjelasan mengenai makna tradisi tersebut.
Menurut keterangan yang disampaikan, Makan Batalam Bekipas Pangeran merupakan warisan budaya masyarakat Banjar yang telah dilestarikan secara turun-temurun selama ratusan tahun.
Tradisi ini mengandung nilai kebersamaan, silaturahmi, serta penghormatan kepada tamu agung. Seluruh peserta makan bersama dari satu talam sebagai lambang persatuan.
Sementara prosesi mengipasi menjadi bagian dari rangkaian adat yang telah diwariskan oleh leluhur.
Pemerintah daerah juga menyebut tradisi tersebut telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Kebudayaan RI.