Lifestyle

Skin Booster Kulit Mayat Heboh di Korea Selatan, Masuk Indo?

Skin Booster kulit mayat heboh di Korea Selatan, masuk Indo?

Soal pembahasan skin booster berbahan jaringan kulit manusia lagi ramai di media sosial.

Produk yang dikaitkan dengan tren kecantikan Korea Selatan itu menjadi sorotan setelah muncul unggahan di Threads yang menyebut produk tersebut telah beredar hingga Indonesia.

Informasi tersebut pertama kali ramai setelah akun Threads @tiaranab membagikan klaim mengenai skin booster dengan kandungan Human Acellular Dermal Matrix (hADM).

Dalam unggahannya, produk itu disebut telah dijual di Singapura dan diklaim sudah masuk ke pasar Indonesia.

Postingan  tersebut juga memuat klaim lain mengenai asal bahan yang dikaitkan dengan jenazah dari Gaza.

Pernyataan itu kemudian memicu beragam tanggapan dan membuat istilah “skin booster kulit mayat” semakin ramai diperbincangkan.

BPOM kemudian memberikan penjelasan mengenai status produk tersebut, Kepala BPOM Taruna Ikrar menyatakan bahwa produk hADM yang dimaksud belum memiliki izin untuk beredar di Indonesia.

Menurut Taruna, produk tersebut belum terdaftar maupun mendapatkan persetujuan untuk digunakan sebagai kosmetik di Tanah Air.

BPOM juga melakukan investigasi untuk memastikan apakah benar terdapat produk serupa yang masuk dan diedarkan secara ilegal.

Taruna merujuk pada PerBPOM Nomor 25 Tahun 2025 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetik.

Regulasi tersebut mengatur bahwa sel, jaringan, maupun produk yang berasal dari manusia tidak termasuk bahan yang dapat digunakan dalam kosmetik.

Sementara itu, Ketua PERDOSKI dr. Hanny Nilasari menjelaskan bahwa hADM merupakan matriks jaringan kulit manusia yang berasal dari donor.

Bahan tersebut telah melewati proses untuk menghilangkan sel dan komponen tertentu yang dapat memicu respons imun.

Menurutnya, istilah “suntik kulit mayat” cenderung menyederhanakan proses ilmiah yang sebenarnya cukup kompleks.

hADM bukan jaringan manusia utuh, bukan sel hidup, serta berbeda dengan sel punca maupun asam hialuronat.

Teknologi hADM telah digunakan dalam bidang rekonstruksi luka dan bedah. Namun, penggunaannya untuk prosedur estetika wajah merupakan perkembangan yang relatif baru sehingga status regulasi dan keamanannya tetap perlu diperhatikan.

Baca juga: Stres dan pola makan tinggi protein ternyata bisa bikin bau mulut