Ruben Diduga jadi Sasaran Buzzer, Teman dan Brand Ikut Terseret
Ruben diduga jadi sasaran buzzer, teman dan brand ikut terseret
Ruben Onsu mengungkapkan tekanan mental yang dialaminya di tengah viralnya rekaman video call pribadi.
Persoalan tersebut kembali memancing perbincangan mengenai hubungannya dengan Sarwendah.
Namun, Ruben mengaku dampaknya kini tidak hanya dirasakan oleh dirinya, tetapi juga orang-orang yang berada di lingkungan pertemanan dan pekerjaan.
Melalui postingan media sosial pada Selasa 13 Oktober, Ruben menyampaikan keresahannya terhadap dugaan serangan yang menyasar akun teman-temannya serta sejumlah brand yang bekerja sama dengannya.
Ia menduga ada pihak tertentu yang mengerahkan buzzer untuk memengaruhi opini publik dan menyudutkan orang-orang di sekitarnya.
Di balik notif viralĀ yang terus mengarah kepadanya, Ruben mengaku harus menghadapi dampak emosional dari berbagai komentar negatif.
Ia mengatakan sejumlah perkataan menyakitkan masih teringat hingga terkadang membuat dirinya merasa terpuruk.
Ruben juga mengungkapkan bahwa pengalaman tersebut sempat memengaruhi rasa percaya dirinya.
Meski begitu, ia berusaha mengendalikan pikiran negatif dan tetap menjalani aktivitas sehari-hari di tengah situasi yang tidak mudah.
Baginya, persoalan ini semakin berat ketika teman dan mitra profesionalnya ikut menerima komentar bernada menyerang.
Ruben merasa mereka tidak semestinya menjadi sasaran karena tidak memiliki hubungan langsung dengan masalah pribadinya.
Ia pun berharap pihak-pihak yang tidak terlibat dapat terhindar dari dampak perselisihan yang sedang berlangsung.
Selain membicarakan tekanan mental, Ruben turut menjelaskan alasan dirinya memilih jalur hukum.
Ia menegaskan bahwa langkah tersebut bukan untuk menantang siapa pun, melainkan sebagai upaya memperjuangkan haknya sebagai ayah agar bisa bertemu anak-anaknya.
Persoalan Ruben dan Sarwendah sendiri masih berkaitan dengan sejumlah proses hukum.
Perkara hak asuh anak serta gugatan terkait dugaan wanprestasi disebut masih bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Di tengah situasi tersebut, Ruben berharap penyelesaian dapat ditemukan tanpa memperluas konflik kepada pihak lain.
Baginya, kepentingan anak-anak tetap menjadi hal penting yang ingin diperjuangkan.